{"id":818,"date":"2024-03-14T13:46:49","date_gmt":"2024-03-14T13:46:49","guid":{"rendered":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/?p=818"},"modified":"2024-03-14T13:47:14","modified_gmt":"2024-03-14T13:47:14","slug":"gemari-terisankugerakan-masyarakat-mencari-terduga-tb-dengan-ketuk-pintupuskesmas-jereweh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/?p=818","title":{"rendered":"Gemari Terisanku(Gerakan Masyarakat Mencari Terduga TB dengan Ketuk Pintu)Puskesmas Jereweh"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"818\" class=\"elementor elementor-818\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div data-particle_enable=\"false\" data-particle-mobile-disabled=\"false\" class=\"elementor-element elementor-element-a5758eb e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"a5758eb\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;content_width&quot;:&quot;boxed&quot;}\" data-core-v316-plus=\"true\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0534225 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"0534225\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.19.0 - 07-02-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia.<br \/>Diperkirakan setiap tahun ada 539.000 kasus baru, dan dari kasus tersebut ada 101.000 orang<br \/>meninggal dunia karena TBC, yang disebabkan banyaknya kasus tidak tertangani sejak dini, atau<br \/>terdeteksi setelah pasien mengalami gejala serius sehingga pengobatan terlambat yang berakibat<br \/>pada proses penyembuhan lebih lama bahkan menjadi komplikatif.<br \/>Berangkat dari kondisi tersebut, Puskesmas Jereweh berinisiatif melakukan inovasi yang<br \/>diberi nama GEMARI TERISANKU, singkatan dari Gerakan Masyarakat Mencari Terduga TB<br \/>dengan Ketuk Pintu.<br \/>Inovasi GEMARI TERISANKU ini merupakan inovasi yang dikhususkan untuk mencari<br \/>terduga TB dengan cara melakukan kunjungan rumah untuk mendata, memeriksa dan memfasilitasi<br \/>pengobatan yang intensif. Dengan inovasi ini kasus terduga TB bisa terdeteksi dengan lebih cepat.<br \/>Pelaksanaan GEMARI TERISANKU ini melibatkan banyak pihak, antara lain Tenaga<br \/>Kesehatan (Dokter, Perawat, Promotor Kesehatan, Ahli teknologi Laboratorium Medik,<br \/>Apoteker\/Petugas Farmasi, Sanitarian), Kader Terlatih TB tiap desa, Pemerintah Kecamatan,<br \/>Pemerintah Desa, dan sektor terkait lainnya.<br \/>Disamping mempermudah deteksi dini kasus TB dan pengobatannya maksimal, sekaligus<br \/>memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa penyakit TB bisa disembuhkan, dan masyarakat bisa<br \/>memahami beberapa hal, semisal berempati dan mengurangi stigma negatif terhadap penderita TB,<br \/>melindungi diri dan keluarga dengan menerapkan PHBS, serta memberikan dukungan kepada<br \/>penderita TB untuk menjalani pengobatan hingga tuntas.<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia.Diperkirakan setiap tahun ada 539.000 kasus baru, dan dari kasus tersebut ada 101.000 orangmeninggal dunia karena TBC, yang disebabkan banyaknya kasus tidak tertangani sejak dini, atauterdeteksi setelah pasien mengalami gejala serius sehingga pengobatan terlambat yang berakibatpada proses penyembuhan lebih lama bahkan menjadi komplikatif.Berangkat dari kondisi tersebut, Puskesmas Jereweh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inovasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=818"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":823,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/818\/revisions\/823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}