{"id":722,"date":"2024-03-14T13:05:47","date_gmt":"2024-03-14T13:05:47","guid":{"rendered":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/?p=722"},"modified":"2024-03-14T13:06:25","modified_gmt":"2024-03-14T13:06:25","slug":"rapi-care","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/?p=722","title":{"rendered":"Rapi Care"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"722\" class=\"elementor elementor-722\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div data-particle_enable=\"false\" data-particle-mobile-disabled=\"false\" class=\"elementor-element elementor-element-a5758eb e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"a5758eb\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;content_width&quot;:&quot;boxed&quot;}\" data-core-v316-plus=\"true\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0534225 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"0534225\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t<style>\/*! elementor - v3.19.0 - 07-02-2024 *\/\n.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-stacked .elementor-drop-cap{background-color:#69727d;color:#fff}.elementor-widget-text-editor.elementor-drop-cap-view-framed .elementor-drop-cap{color:#69727d;border:3px solid;background-color:transparent}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap{margin-top:8px}.elementor-widget-text-editor:not(.elementor-drop-cap-view-default) .elementor-drop-cap-letter{width:1em;height:1em}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap{float:left;text-align:center;line-height:1;font-size:50px}.elementor-widget-text-editor .elementor-drop-cap-letter{display:inline-block}<\/style>\t\t\t\t<p>Permasalahan Kesehatan selalu muncul dengan ragam kondisi suatu wilayah, temuan-temuan<br \/>atas kondisi pasien yang terlambat teridentifikasi di rumah sakit dengan kasus resiko tinggi, penyakit<br \/>kronis, katastropik bahkan terminal; kondisi tidak terpantau dan tidak terpenuhi kebutuhan dasar<br \/>pasien pada kasus-kasus paliatif care; kondisi penundaan perawatan diakibatkan oleh permasalahan<br \/>biaya, jangkauan pada fasilitas Kesehatan mengingat aksesbilitas dari kondisi topografi wilayah<br \/>Kabupaten Sumbawa Barat luas wilayah 28,9- 50,3% dari total luas wilayah terdiri atas kawasan<br \/>hutan dan pegunungan; kondisi keterbatasan karena informasi kesehatan yang diterima kurang<br \/>memadai.<br \/>Hal-hal tersebut menjadi semakin kompleks dikarenakan tidak ada wadah untuk memfasilitasi<br \/>kebutuhan masyarakat secara komprehensif dan holistik yang akan menghubungkan dengan<br \/>berbagai sumber solusi.<br \/>Adanya inovasi RAPI CARE, yang semula identifikasi pasien dengan kebutuhan kompleks<br \/>tidak begitu menjadi perhatian dan hanya berdasarkan temuan\/ laporan asidental, setelah RAPI<br \/>CARE diterapkan menjadi screening pasien melibatkan unsur internal dan eksternal dengan single<br \/>case management yang dikelola oleh Case Manager\/Manajer Pelayanan Pasien; Bagi pasien yang<br \/>dirawat, identifikasi kebutuhan terbatas pada kebutuhan di rumah sakit, setelah adanya RAPI CARE,<br \/>sistem mengintegrasikan kebutuhan pasien saat dirawat di rumah sakit dan pasca rawat; sebelum<br \/>inovasi pasien dan keluarga secara mandiri mencari tahu tentang berbagai informasi yang<br \/>mendukung kebutuhan pasien, setelah adanya inovasi, pasien yang telah teridentifikasi dan masuk<br \/>dalam kategori RAPI CARE, akan difasilitasi baik kebutuhan informasi, kebutuhan terkait pelayanan<br \/>di rumah sakit sampai kebutuhan lainnya yang menjadi dampak dari kondisi pasien seperti<br \/>ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar keluarganya selama dirawat, kebutuhan transportasi<br \/>untuk menjangkau fasilitas pelayanan Kesehatan dan lainnya yang akan diintegrasikan melalui RAPI<br \/>CARE dengan jejaring eksternal RAPI CARE yang mencakup Lembaga pemerintahan, masyarakat,<br \/>Agen Gotong Royong, kader, LSM, tokoh masyarakat, lembaga sosial dan lainnya yang<br \/>kebutuhannya dapat difasilitasi sesuai tupoksi dari jejaring tersebut; sebelum adanya inovasi pasien<br \/>dan keluarga kesulitan mencari pendukung terkait permasalahan yang dihadapi pasien\/ keluarga,<br \/>setelah adanya RAPI CARE, pasien akan dilakukan pendampingan pemenuhan kebutuhan dan<br \/>menjadi mediator penyampaiakan keinginan dan harapan pasien kepada jejaring internal rumah sakit<br \/>maupun eksternal RAPI CARE; dan sebelum adanya inovasi, kelompok sasaran secara estafet<br \/>melakukan pelaporan akan kebutuhan baik melalui masyarakat, petugas, sosial media dan lainnya,<br \/>setelah inovasi dikembangkan dengan RAPI CARE Center, layanan dijangkau satu pintu dan<br \/>langsung terintegrasi dengan leader RAPI CARE.<\/p><p>Inovasi ini mengintegrasikan jejaring internal rumah sakit yakni manajemen, Profesional<br \/>Pemberi Asuhan, dan penunjang dan jejaring eksternal di luar rumah sakit sesuai kebutuhan pasien<br \/>seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Sosial, Baznas, DP2KBP3A, Agen Gotong Royong,<br \/>Polres, Kejari, Kodim, Lembaga SIA, PMI, BPJS, Jasa Raharja, Lazdasi, LSM, Jasa Raharja,<br \/>Pemerintah Desa, BSMI, Yayasan Baitussakinah, organisasi profesi, masyarakat dan lainnya.<br \/>Masyarakat, jejaring ekternal maupun internal RAPI CARE dapat melakukan pemindaian pada<br \/>QR code RAPI CARE Center yang akan terintegrasi dengan RAPI CARE Center atau bisa<br \/>menghubungi RAPI CARE Center melalui media komunikasi yang dimiliki dan menyampaikan<br \/>kebutuhan layanannya. Selanjutnya Case Manager\/ Manajer Pelayanan Pasien akan melakukan<br \/>skrining awal dan identifikasi kebutuhan pasien sesuai dengan alur layanan RAPI CARE dan<br \/>mengintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki baik internal maupun melalui jejaring eksternal<br \/>sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk pemenuhan kebutuhan pasien. Layanan inovasi RAPI<br \/>CARE diimplementasikan dengan berasaskan gotong royong memberikan pelayanan dengan<br \/>kelompok sasaran masyarakat yang menjadi pasien yang dirawat di RSUD Asy-Syifa\u2019 yang ditinjau<br \/>secara secara holistik dan komprehensif dengan menggunakan jejaring internal dan eksternal rumah<br \/>sakit untuk mengoptimalkan pelayanan pada pasien secara komprehensif, berkesinambungan dan<br \/>terpantau dengan semangat gotong royong dengan tetap berfokus pada patient center care.<\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permasalahan Kesehatan selalu muncul dengan ragam kondisi suatu wilayah, temuan-temuanatas kondisi pasien yang terlambat teridentifikasi di rumah sakit dengan kasus resiko tinggi, penyakitkronis, katastropik bahkan terminal; kondisi tidak terpantau dan tidak terpenuhi kebutuhan dasarpasien pada kasus-kasus paliatif care; kondisi penundaan perawatan diakibatkan oleh permasalahanbiaya, jangkauan pada fasilitas Kesehatan mengingat aksesbilitas dari kondisi topografi wilayahKabupaten Sumbawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inovasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=722"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":727,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/722\/revisions\/727"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brida.sumbawabaratkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}